OUT OF THE BOX 1. BATU BATA CANTIK =kaca dan plastik (Klik di sini) 2. PERANGSANG AKAR TANAMAN (klik di sini) 3. ALAT CEGAH JAMBRET DAN PERKOSAAN (klik di sini)

Sabtu, 09 Juni 2012

BANK SOAL DAN KUNCI JAWABAN KE 2 MANAJEMEN UKM KOPERASI DAN KEWIRAUSAHAAN STIE SEMARANG

A. BANK SOAL
MANAJEMEN UKM
KOPERASI DAN KEWIRAUSAHAAN

STIE SEMARANG


1.    Apa yang menyebabkan UKM dapat bertahan dalam badai krisis ?  KUNCI JAWABAN NO(114)
2.    Apakah Citra KM dan Kpoperai saat ini masih baik ? (6)
3.    Berikan Pengerian tentang Usaha Kecil menurut UU No 9 Th 1995.  (11)
4.    Apa Definisi Industri menurut UU No 5 Tahun 1984 –(12)
5.    Apa pengertian industri kecil menurut UU No 9 Tahun 1995? -13
6.    Apa perbedaaan pengertian Industri, industri kecil dan usaha kecil ? (s 345)
7.    Berikan pengertian koperasi menurut UU 25 Tahun 1992 ...(16)
8.    Apa tujuan koperasi mnr UU 25 Tahun 1992. (17)
9.    Apa ciri koperasi yang sehat ? (19)
10.    Apa pengertian ilmu kewirausahaan menurut Suryana? (22)
11.    Apa pengertian UKM ? (24)
12.    Mengapa jiwa wirausaha diperlukan dalam kegiatan UMKM? (31)
13.    Kondisi apa yang diperlukan agar teknologi dapat menghasilkan perubahan teknis dalam dunia usaha.  (38)
14.    Sebutkan kriteria usaha kecil dalam UU no 9 Th 1995
15.    Dlm Komunitas UKM dikenal istilah ‘early adopter’ dan tangible’ apa maksudnya. (40)
16.    Apakah UKM mampu menjadi mesin pertumbuhan di masa krisis ,jelaskan (51-54)
17.    Apakah UKM mampu menjadi instrumen utama bagi pemulihan perekonomian ? (56)
18.    Menurut Manurung apa yang menyebabkan gagalnya dukungan industri manufacture dalam menangkal krisis ? (74)
19.    Apa yang menjadi hambatan Koperasi sehingga koperasi kurang berkembang? Dan apa solusinya (77 dan 78)
20.    Pendapat apa saja yang dilontarkan masyarakat terhadap keberadaaan koperasi dalam sistim ekonomi Indonesia selama ini ? (81)
21.    Apa yang menjadi tantangan bagi UKM dlm mengembangkan usahanya? (82)
22.    Sebutkan elemen pokok yang terkandung dalam koperasi sesuai dengan ketentuan dari ILO (84)
23.    Sebutkan sendi dasar Koperasi sesuai UU No 12 Tahun 1967 –(85)
24.    Apa prinsip dasar Koperasi sesuai UU No 25 Tahun 1992? (86).
25.    Apa saja yang menjadi permasalahan Koperasi secara mendasar ? dan apa solusinya (87 -90)
26.    Menurut AH Gophar , manajemen Koperasi dapat dilihat dalam 3 sudut pandang tolong jelaskan . (92-95-96)
27.    Sebutkan unsur manaj koperasi dan jelaskan (98)
28.    Siapakan wirausahawan koperasi (99-100)
29.    Sebutkan ciri-ciri/ watak wirausahawan menurut Meredith (101)
30.    Apa maksud kewirausahaan koperasi menurut Hendar dan Kusnadi. (102)
31.    Apa tugas utama wirausahawan koperasi? (104-107)
32.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
33.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
34.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
35.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
36.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
37.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)
38.    Sebutkan unsur manaj koperasi dan jelaskan (98)
39.    Siapakan wirausahawan koperasi (99-100)
40.    Sebutkan ciri-ciri/ watak wirausahawan menurut Meredith (101)
41.    Apa maksud kewirausahaan koperasi menurut Hendar dan Kusnadi. (102)
42.    Apa tugas utama wirausahawan koperasi? (104-107)
43.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
44.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
45.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
46.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
47.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
48.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)
49.    Sebutkan unsur manaj koperasi dan jelaskan (98)
50.    Siapakan wirausahawan koperasi (99-100)
51.    Sebutkan ciri-ciri/ watak wirausahawan menurut Meredith (101)
52.    Apa maksud kewirausahaan koperasi menurut Hendar dan Kusnadi. (102)
53.    Apa tugas utama wirausahawan koperasi? (104-107)
54.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
55.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
56.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
57.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
58.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
59.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)       
60.    Sebutkan unsur manaj koperasi dan jelaskan (98)
61.    Siapakan wirausahawan koperasi (99-100)
62.    Sebutkan ciri-ciri/ watak wirausahawan menurut Meredith (101)
63.    Apa maksud kewirausahaan koperasi menurut Hendar dan Kusnadi. (102)
64.    Apa tugas utama wirausahawan koperasi? (104-107)
65.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
66.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
67.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
68.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
69.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
70.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)
71.    Sebutkan unsur manaj koperasi dan jelaskan (98)
72.    Siapakan wirausahawan koperasi (99-100)
73.    Sebutkan ciri-ciri/ watak wirausahawan menurut Meredith (101)
74.    Apa maksud kewirausahaan koperasi menurut Hendar dan Kusnadi. (102)
75.    Apa tugas utama wirausahawan koperasi? (104-107)
76.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
77.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
78.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
79.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
80.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
81.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)
82.    Sebutkan unsur manaj koperasi dan jelaskan (98)
83.    Siapakan wirausahawan koperasi (99-100)
84.    Sebutkan ciri-ciri/ watak wirausahawan menurut Meredith (101)
85.    Apa maksud kewirausahaan koperasi menurut Hendar dan Kusnadi. (102)
86.    Apa tugas utama wirausahawan koperasi? (104-107)
87.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
88.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
89.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
90.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
91.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
92.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)
93.    Bekal apayang diperlukan dalam menjalankan kegiatan wirausaha? 185)
94.    Bagaimana cara kita mengeluarkan potensi yang luar biasa dlm tubuh dengan menggunakan teori pegas/kepepet? (189-190)
95.    Terangkan cara mencapai sukses menurut Ainy Fauziah  (194)
96.    Apa makna bahwa kita harus yakin dan berhasil ? (195)
97.    Bagai mana pendapat Don L Gervics tentanag sosok wirausahawan ? (196)
98.    Apa tandanya bhw seorng wirausahawan memiliki motivasi yang baik? (197)
99.    Apa tujuan utama wirausaha koperasi ? (113)  
100.    Sebutkan tugas dan tujuan wirausaha Koperasi .(s.31 dan 32)
101.    Terangkan kronologi perkembangan pengertian kewirausahaan (117 dan 119)
102.    Bagaimana pendapat Suryana terhadap ilmu kewirausahan (118)
103.    Sebutkan beberpa istilah wirausaha di beberapa negara. (120)
104.    Sebutkan tiga kelompok jenis wirausaha (124)
105.    Bagaimana tolok ukurnya bahwa wirausaha itu berhasil ? (127)
106.    Apa ciri utama wirausahawan menurut Drucker. (130)
107.    Sebutkan sembilan ciri pokok keberhasilan wirausahawan (131)
108.    Apa maksudnya bahwa wirausahawan yang berhasil juga disebut pemimpin yang berhasil ? (132).
109.    Bagaimana upaya seorang wiraswastawan agar dapat berhasil ? (139)
110.    Langkah awal wirausahawan bekerja adalah dengan melakukan identifikasi pasar apa gunanya? (143)
111.    Sebutkan beberapa cara untuk memulai suatu usaha . (144)
112.    Apa kekuatan usaha kecil ? (145)
113.    Apa fokus utama /penekanan dalam mengembangkan kewirausahaan . (146)
114.    Aspek apa saja yang diperlukan dalam manajemen bisnis . (148)
115.    Kemampuan apa saja yang diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam menghadapi resiko ? (150)
116.    Di samping memiliki kemampuan memimpin  seorang wirausahawan juga dituntut untuk memiliki kemampuan apa lagi ? (152)
117.    Bagaimana caranya untuk mendapatkan suatu studi kelayakan yg baik ? (154)
118.    Mengapa seorang sarjana harus memiliki kemampuan untuk melakukan analisa guna menjadikan hal yang rumit menjadi lebih sederhana? (157)
119.    Apakah tanpa modal yang relatip banyak suatu kegiatan wirausaha dapat berjalan ? jelaskan (161)
120.    Apa syarat utama menjadi seorang wirausahawan? (163)
121.    Apa yang menjadi pembeda antara orang yang menjadi wirausaha maju dan tidak maju? (163)
122.    Apa maksud kewirausahaan dipandang sebagai fungsi? (169)
123.    Bagaimana caaramrmulai suatu wirausaha? (176)
124.    Sebutkan potensi kekuatan dalam diri manusia dan jelaskan ..( 177-184)



B.KUNCI JAWABAN BANK SOAL
MANAJEMEN UKM
KOPERASI DAN KEWIRAUSAHAAN


1.    Krisis ekonomi diawali dengan krisis nilai tukar dan kemudian membawa krisis hutang luar negeri, telah membuka mata semua pemerhati ekonomi bahwa "fundamental ekonomi" yang semula diyakini kesahihannya, ternyata hancur lebur.
2.    Para pengusaha besar konglomerat dan industri manufaktur yang selama ini diagung-agungkan membawa pertumbuhan ekonomi yang pesat pada rata-rata 7% pertahun, ternyata hanya merupakan wacana. Sebab, ternyata kebesaran mereka hanya ditopang oleh hutang luar negeri sebagai hasil perkoncoan dan praktik mark-up ekuitas, dan tidak karena variabel endogenous (yang tumbuh dari dalam) (Manurung, 2000).
3.    Disebutkan oleh Hadhikusuma (2000). Kekeluargaan adalah azas yang memang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dan telah berurat akar dalam jiwa bangsa Indonesia. Namun sampai saat ini dalam kenyataannya peran koperasi untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia belum mencapai taraf signifikan. 
4.     Pencapaian misi mulia koperasi pada umumnya masih jauh dan idealisme semula. Koperasi yang seharusnya mempunyai amanah luhur, yaitu membantu pemerintah untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial, belum dapat menjalani peranannya secara maksimal.
5.     Membangun koperasi menuju kepada peranan dan kedudukannya yang diharapkan merupakan hai yang sangat sulit, walau bukan merupakan hal yang tidak mungkin. OIeh karena itu, tulisan ini tetap pada satu titik keyakinan, bahwa seburuk apapun keadaan ekonomi kita  saat ini, kalau semua komponen bergerak bersama, tentunya ada titik terang yang diharapkan muncul.
6.Citra UKM dan koperasi di masyarakat saat ini identik dengan badan usaha marginal. yang hanya bisa hidup bila mendapat bantuan dari pemerintah. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena banyak UKM dan  koperasi yang bisa menjalankan usahanya tanpa bantuan pemerintah.

13. Sedangkan menurut UU RI No. 9 Tahun 1995 tentang Industri kecil, maka batasan Industri kecil didefinisikan sebagai berikut:
“Industri Kecil adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan, bertujuan untuk memproduksi barang ataupun jasa untuk diperniagakan secara komersial, yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp. 200 juta, dan mempunyai nilai penjualan per tahun sebesar Rp. 1 milyar atau kurang.”

14,Batasan mengenai skala usaha menurut BPS, yaitu berdasarkan kreteria jumlah tenaga kerja, mulai dicobakan dilingkungan Depperindag,  yaitu:
Industri mikro          :           1 -    4 orang
Industri kecil            :           5 -  19 orang
Industri menengah  :         20 -  99 orang.

15.Pembanguan dan pengembangan  UKM dan Koperasi, sangat diperlukan karena mempunyai peran yang cukup signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional.
16.Pengertian koperasi menurut pasal 1 UU No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan atas asas kekeluargaan”  
17Menurut pasal 3 No UU 25 TH.1992 tujuan koperasi adalah: “Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya  serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”

18.Sesuai dengan pasal 5 UU RI No. 5 Tahun 1984, Pemerintah menetapkan sebagai berikut:
a.Pemerintah menetapkan bidang usaha industri yang masuk dalam kelompok industri kecil, termasuk industri yang menggunakan ketrampilan tradisional dan industri penghasil benda seni, yang dapat diusahakan hanya oleh warga Negara Republik Indonesia
b. Pemerintah menetapkan jenis-jenis industri yang khusus dicanangkan  bagi kegiatan industri kecil yang dilakukan oleh masyarakat dari golongan ekonomi lemah.
 19.Koperasi sendiri sesuai dengan kedudukannya sebagai soko guru perekonomian nasional, mempunyai andil yang sangat penting dalam menumbuh kembangkan potensi ekonomi rakyat serta mewujudkan kehidupan demokrasi ekonomi yang mempunyai ciri-ciri: demokratis, kebersamaan, kekeluargaan, dan keterbukaan. Dan kaidah usaha ekonomi, sehingga koperasi dapat tumbuh menjadi organisasi ekonomi yang mantap. Demokratis, otonom, partisipasidan berwatak social. 

20.Sementara itu istilah kewirausahaan sudah lama menjadi wacana di Indonesia baik pada tingkat formal di perguruan tinggi dan pemerintahan ataupun pada tingkat nonformal pada kehidupan ekonomi di masyarakat. Dilihat dari terminilogi, dulu dikenal adanya istilah wiraswasta dan kewirausahaan. Sekarang tampaknya sudah ada semacam konvensi sehingga istilah tersebut menjadi wirausaha (entrepreneur) dan kewirausahaan (entrepreneurship).
21.Dahulu orang beranggapan bahwa kewirausahaan adalah bakat bawaan sejak lahir (entrepreneurship are born nat made) dan hanya diperoleh dari hasil praktek ditingkat lapangan dan tidak dapat dipelajari dan diajari, tetapi sekarang kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan.
22.Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya (Suryana, 2001). Dalam konteks bisnis, menurut Zimmerer (1996) dalam Suryana (2001), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin,proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.
23.Jadi dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah merupakan salah satu media untuk menggerakkan kegiatan UKM dan koperasi melalui pemberdayaan sumber daya dan pengelolaan manajemen menuju perkembangan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.




24.UKM adalah: “Industri Kecil adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga maupun suatu badan, bertujuan untuk memproduksi barang ataupun jasa untuk diperniagakan secara komersial, yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp. 200 juta, dan mempunyai nilai penjualan per tahun sebesar Rp. 1 milyar atau kurang.”

25.Koperasi adalah: adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan atas asas kekeluargaan” .

26.Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.
27.Selain dari itu UKM juga memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. UKM ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar. Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah :

1.Membangun Sistem Promosi untuk Penetrasi Pasar
2. Merawat Jaringan Pasar untuk Mempertahankan Pangsa Pasar.
28.Kinerja nyata  yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia yang paling menonjol adalah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas produk.
29.Diakui pula bahwa UMKM menjadi lapangan kerja bagi sebagian besar pekerja di Indonesia , tetapi kontribusi dalam output nasional di katagorikan rendah.  Hal ini dikarenakan UMKM, khususnya usaha mikro dan sektor pertanian (yang banyak menyerap tenaga kerja), mempunyai produktivitas yang sangat rendah.
30.Bila upah dijadikan produktivitas, upah rata-rata di usaha mikro dan kecil umumnya berada dibawah upah minimum. Kondisi ini merefleksikan produktivitas sektor mikro dan kecil yang rendah bila di bandingkan dengan usaha yang lebih besar.
31.Di antara berbagai faktor penyebab rendahnya produktifitaas adalah  rendahnya tingkat penguasaan teknologi dan kemampuan wirausaha di kalangan UMKM
 32.Pengembangan UMKM secara parsial selama ini tidak banyak memberikan hasil yang maksimal terhadap peningkatan kinerja UMKM, perkembangan ekonomi secara lebih luas mengakibatkan tingkat daya saing kita tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita seperti misalnya Malaysia.
33.Karena itu kebijakan bagi UMKM bukan karena ukurannya yang kecil, tapi karena produktivitasnya yang rendah.
34.Peningkatan produktivitas pada UMKM, akan berdampak luas pada perbaikan kesejahteraan rakyat karena UMKM adalah tempat dimana banyak orang menggantungkan sumber kehidupannya

35.Salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas UMKM adalah dengan melakukan modernisasi sistem usaha dan perangkat kebijakannya yang sistemik sehingga akan memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam meningkatkan daya saing daerah.
36.Untuk meningkatkan daya saing UMKM diperlukan langkah bersama untuk mengangkat kemampuan teknologi dan daya inovasinya.
37.Kemajuan ekonomi terkait dengan tingkat perkembangan ‘technical change’ yang berarti tahap penguasaan teknologi. “Technical change” sebagian terbesar bersifat “tacit” atau tidak terkodifikasi dan dibangun di atas pengalaman. Juga bersifat kumulatif ( terbentuk secara ‘incremental’ dan dalam waktu yang tertentu ). Waktu penguasaan teknologi ini bergantung pada sektor industrinya ( ‘sector specific’) dan proses akumulasinya mengikuti trajektori tertentu yang khas.
38.Agar pengenalan teknologi dapat menghasilkan ‘technical change’ dan inovasi dalam dunia usaha diperlukan beberapa kondisi:
a.- Kemampuan UKM untuk menyerap, mengadopsi dan menerapkan teknologi baru dalam usahanya.
b. Tingkat kompatibilitas teknologi ( spesifikasi, harga, tingkat kerumitan ) dengan kebutuhan dan kemampuan UKM yang ada.
c. Ketersediaan dukungan teknis yang relevan dan bermutu untuk proses pembelajaran dalam menggunakan teknologi baru tersebut.
39.Untuk komersialisasi teknologi hasil riset (apalagi penemuan baru) banyak menghadapi kendala: sumber teknologi: teknologi bersifat capital intensive dan belum mempunyai nilai ekonomis, memerlukan waktu lama dalam penyesuaian terhadap kebutuhan pasar, banyak jenis teknologi yang teruji dalam tingkatan bisnis; sistem insentif komersialisasi teknologi lemah; arus utama sistem industri .
40.Umumnya komunitas UMKM memiliki sekelompok kecil yang kreatif dan mampu mengambil peran ‘risk taker’. Kelompok ini cenderung menjadi ‘early adopter’ untuk teknologi baru. Sebagian besar cenderung menunggu karena mereka membutuhkan bukti nyata (‘tangible’) bahwa teknologi baru tersebut dapat memberi keuntungan. Dua aspek yang berlangsung inheren dalam proses ini adalah berinovasi ( ‘innovating’) dan pembelajaran ( ‘learning’).
41Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri.
42 Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
43.Kriteria usaha kecil  dalam  UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
44.Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.
45.UKM seyogyanya mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia harapan serupa juga sering kita dengarkan karena pengalaman ketika krisis multidimensi tahun 1997-1998 usaha kecil telah terbukti mampu mempertahankan kelangsungan usahanya, bahkan memainkan fungsi penyelamatan dibeberapa sub-sektor kegiatan.
46 Fungsi penyelamatan ini segera terlihat pada sektor-sektor penyediaan kebutuhan pokok rakyat melalui produksi dan normalisasi distribusi. Bukti tersebut paling tidak telah menumbuhkan optimisme baru bagi sebagian besar orang yang menguasai sebagian kecil sumber daya akan kemampuannya untuk menjadi motor pertumbuhan bagi pemulihan ekonomi.
47Perjalanan ekonomi Indonesia selama 4 tahun dilanda krisis 1997-2001 memberikan perkembangan
 dikaji lebih mendalam agar tidak menyesatkan kita dalam merumuskan strategi pengembangan.

48.Kesimpulan ini barangkali perlu dikaji lebih mendalam agar tidak menyesatkan kita dalam merumuskan strategi pengembangan.
49Dalam melihat peranan usaha kecil ke depan dan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai posisi tersebut, maka paling tidak ada dua pertanyaan besar yang harus dijawab : Pertama, apakah UKM mampu menjadi mesin pertumbuhan sebagaimana diharapkan oleh gerakan UKM di dunia yang sudah terbukti berhasil di negara-negara maju; Kedua, apakah UKM mampu menjadi instrumen utama bagi pemulihan ekonomi Indonesia, terutama memecahkan persoalan pengangguran.

50Kadang – kadang harapan yang dibebankan kepada UKM juga terlampau berat, karena kinerjanya semasa krisis yang mengesankan. Disamping pangsa relatif yang membesar yang diikuti oleh tumbuhnya usaha baru juga memberikan harapan baru.
51Sebagaimana diketahui selama tahun 2000 telah terjadi tambahan usaha baru yang cukup besar dimana diharapkan mereka ini berasal dari sektor modern/besar dan terkena PHK kemudian menerjuni usaha mandiri. Dengan demikian mereka ini disertai kualitas SDM yang lebih baik dan bahkan mempunyai permodalan sendiri, karena sebagian dari mereka ini berasal dari sektor keuangan/perbankan.
52.Tinjauan terhadap keberadaan usaha kecil diberbagai sektor ekonomi dalam pembentukan PBD menjadi dasar pemahaman kita terhadap kekuatan dan kelemahannya, selanjutnya potensinya sebagai motor pertumbuhan perlu ditelaah lebih dalam agar kita mampu menemu kenali persyaratan yang diperlukan .
53Selama ini yang lazim kita lakukan adalah membuat analisis sumbangan sektor–sektor ekonomi dalam pembentukan PDB. Untuk menilai posisi strategis kelompok usaha terutama usaha kecil hanya akan dapat diperlihatkan melalui konstribusi kelompok usaha menurut sektor ekonomi. Dengan melihat kelompok usaha ini akan mampu melihat kemampuan potensial kelompok usaha dalam menghasilkan pertumbuhan.
54.Proses transformasi struktural perekonomian kita memang telah berhasil menggeser dominasi sektor pertanian, sehingga sampai dengan menjelang krisis ekonomi (1997) sumbangan sektor pertanian tinggal 16 % saja, sementara sektor industri telah mencapai hampir 27 % dan menjadi penyumbang terbesar dari perekonomian kita. Ini artinya sektor industri telah mengalami pertumbuhan yang pesat selama tiga dasa warsa sebelum krisis semasa pemerintahan Orde Baru.
55Apabila hanya sepintas melihat perkembangan ini, dengan transformasi struktural dari pertanian ke industri, maka semua kelompok usaha akan ikut menikmati kemajuan yang sama. Sehingga kelompok industri manufaktur skala kecil juga mengalami kemajuan yang sama.
56.Secara makro proses pemulihan ekonomi Indonesia belum terjadi karena indeks output pada tahun 2001 ini belum kembali pada tingkat sebelum krisis (1997), Perkembangan yang terjadi memperlihatkan bahwa indeks PDB keseluruhan baru mencapai 95% dari tingkat produksi 1997.
57.Sektor yang tumbuh dengan krisis adalah sektor listrik, gas, air minum yang pada 4 tahun terakhir ini tumbuh dengan rata-rata diatas 5%/tahun. Hal ini antar lain disamping output yang meningkat terutama disebabkan oleh penyesuaian harga yang terus berjalan.
58.Jika kita cermati secara lebih rinci penyumbang PDB atas dasar sektor pelaku usaha akan terlihat jelas adanya ketimpangan tersebut. Perbandingan peran 5 besar penyumbang PDB menurut sektor dan kelompok usaha, Sejak sebelum krisis ekonomi, hingga mulai meredanya krisis terlihat bahwa ranking 1 (satu) penyumbang PDB adalah kelompok usaha besar pada sektor industri pengolahan dengan sumbangan berkisar 17-19 % selama 1997- 2001.
59Ini berarti bahwa untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi semata, ekonomi kita tetap bersandar pada bangkitnya kembali industri pengolahan besar dengan aset diatas Rp. 10 miliar di luar tanah dan bangunan. Sektor industri skala besar hanya terpukul pada saat puncak krisis 1998, dimana pertumbuhan ekonomi kita mengalami pertumbuhan negatif 13,4% ketika itu. Dan setelah itu ketika pemulihan ekonomi mulai bergerak maka kelompok ini kembali mengambil porsinya.
60Pertanyaan yang menarik adalah apakah industri kecil dan menengah tidak bangkit, padahal pada kelompok usaha kecil di seluruh sektor telah mengalami pergeseran peran dengan sumbangan terhadap PDB yang meningkat dari 38,90% pada tahun 1996 atau 40,45% pada tahun 1997 menjadi 43,08% pada tahun 1999 ?
61Pada sektor industri pengolahan ternyata tidak terjadi perubahan sumbangan usaha kecil yang nyata yakni : 3,90%, 4,03%, 3,85%, 3,74% dan 3,79% berturut–turut untuk tahun 1997, 1998, 1999, 2000 62.Dengan gambaran ini memang belum dapat disimpulkan bahwa industri kecil mampu menjadi motor per55Apabila hanya sepintas melihat perkembangan ini, dengan transformasi struktural dari pertanian ke industri, maka semua kelompok usaha akan ikut menikmati kemajuan yang sama. Sehingga kelompok industri manufaktur skala kecil juga mengalami kemajuan yang sama.

62.Dengan gambaran ini memang belum dapat disimpulkan bahwa industri kecil mampu menjadi motor pertumbuhan, sementara industri skala menengah keadaannya jauh lebih parah di banding usaha kecil, sehingga tidak mampu memanfaatkan momentum untuk mengisi kemunduran dari usaha besar dan paling terpukul pada saat krisis memuncak pada tahun 1998-1999. Salah satu sebabnya diduga dikarenakan tingginya ketergantungan usaha menengah terhadap usaha besar,

63.Selanjutnya penyumbang terbesar kedua adalah kelompok usaha kecil sektor pertanian yang menyumbang sekitar 13-17 % selama periode 1997-2001.
64Hal yang menarik adalah posisi relatif usaha kecil sektor pertanian yang sangat bergerak cepat dimasa krisis dan kembali merosot ke posisi sebelum krisis. Hal ini perlu mendapatkan penelahaan yang mendalam. Salah satu alasan yang dapat diterima adalah rendahnya harga output produk primer pertanian yang bersamaan dengan naiknya harga input, terutama yang bersumber dari impor. Sektor pertanian yang sangat di dominasi pertanian pangan memang sangat terbatas kemampuannya untuk menjadi sumber pertumbuhan, terutama beras.
65.Jika diperhatikan lebih lanjut maka sektor perdagangan hotel dan restoran kelompok usaha kecil pada saat sebelum krisis menunjukan ranking ke 3 (tiga) dalam sumbangannya pada pembentukan PDB.
66.Berarti Usaha Kecil sektor ini sangat penting bagi pembentukan PDB dan penyediaan lapangan kerja dengan sumbangan diatas 11 % terhadap PDB kita. Namun sejak dua tahun terakhir ketika krisis mulai pulih posisi ranking ke 3 (tiga) mulai digusur oleh sektor pertambangan kelompok usaha besar.
67Dengan demikian peran Usaha Kecil sektor perdagangan hotel dan restoran sebagai sumber pertumbuhan juga semakin merosot, sehingga lampu merah sudah hampir tiba peran kelompok usaha kecil porsinya untuk menghasilkan sumbangan bagi pertumbuhan PDB semakin kurang dominan.
68.Sektor pertambangan usaha besar bahkan sudah mendekati Usaha Kecil sektor pertanian.
69.Sektor jasa-jasa menempati urutan kelima dengan sumbangan sekitar 4-5 % dan didominasi oleh usaha besar. Sektor ini nampaknya tidak terlalu penting dalam menyumbang pertumbuhan, namun jasanya sangat vital untuk mendukung pertumbuhan. Sektor jasa-jasa ini memiliki kaitan yang luas dalam proses produksi dan distribusi dan memberikan dukungan yang sangat berarti.
70.Sektor jasa yang besar adalah jasa yang dihasilkan oleh pemerintah, karena peran pemerintah dalam pengeluaran juga mempunyai peran yang penting.

71.Dengan semakin merosotnya peran usaha kecil di sektor pertanian dan perdagangan, maka dua penyumbang besar terhadap nilai tambah dari kelompok usaha kecil ini dominasinya juga akan semakin mengecil dalam pembentukan PDB. Sehingga jika kecenderungan ini dibiarkan maka posisi usaha kecil akan kembali seperti sebelum krisis atau bahkan mengecil.

72.Sementara itu usaha menengah yang sejak krisis mengalami kemerosotan diberbagai sektor, maka posisi usaha menengah semakin tidak menguntungkan. Padahal dalam proses modernisasi dan demokratisasi peranan kelas menengah ini sangat penting terutama untuk meningkatkan daya saing. Karena usaha menengah lebih mudah melakukan modernisasi dan mengembangkan jaringan ke luar negeri dalam rangka perluasan pasar.
73Sebagaimana diketahui bahwa Koperasi merupakan salah satu bentuk badan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang pantas untuk ditumbuhkembangkan sebagai badan usaha penting dan bukan sebagai alternatif terakhir. Membentuk jiwa kewirausahaan koperasi di dalam diri para pengurus dan anggotanya adalah upaya awal untuk menuju keberhasilan gerakan koperasi di tanah air.

74.Dalam usaha pemulihan krisis ekonomi Indonesia dewasa ini, sesungguhnya koperasi mendapatkan peluang (opportunity) untuk tampil lebih eksis. Krisis ekonomi yang diawali dengan krisis nilai tukar dan kemudian membawa krisis hutang luar negeri, telah membuka mata semua pemerhati ekonomi bahwa "fundamental ekonomi" yang semula diyakini kesahihannya, ternyata hancur lebur. Para pengusaha besar konglomerat dan industri manufaktur yang selama ini diagung-agungkan membawa pertumbuhan ekonomi yang pesat pada rata-rata 7% pertahun, ternyata hanya merupakan wacana. Sebab, ternyata kebesaran mereka hanya ditopang oleh hutang luar negeri sebagai hasil perkoncoan dan praktik mark-up ekuitas, dan tidak karena 75.Setelah dicanangkan oleh pendiri negara kita, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok dengan spirit masyarakatnya, yaitu azas kekeluargaan.Bahkan disebutkan oleh Hadhikusuma (2000). Kekeluargaan adalah azas yang memang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dan telah berurat akar dalam jiwa bangsa Indonesia.
75.Setelah dicanangkan oleh pendiri negara kita, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok dengan spirit masyarakatnya, yaitu azas kekeluargaan.Bahkan disebutkan oleh Hadhikusuma (2000). Kekeluargaan adalah azas yang memang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dan telah berurat akar dalam jiwa bangsa Indonesia

76. Namun sampai saat ini dalam kenyataannya peran koperasi untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia belum mencapai taraf signifikan. Banyaknya masalah yang menghambat perkembangan koperasi di Indonesia menjadi problematik yang secara umum masih dihadapi.

77.Beberapa maalah yang menghambat antara lain bahwa  Koperasi yang seharusnya mempunyai amanah luhur, yaitu membantu pemerintah untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial, belum dapat menjalani peranannya secara maksimal.

78 Membangun koperasi menuju kepada peranan dan kedudukannya yang diharapkan merupakan hai yang sangat sulit, walau bukan merupakan hal yang tidak mungkin. OIeh karena itu, kita berkeyakinan, bahwa seburuk apapun keadaan koperasi saat ini, kalau semua komponen bergerak bersama, tentunya ada titik terang yang diharapkan muncul.

79.Juga diharapkan mampu menjadi pencerahan bagi kita semua, tentang bagaimana koperasi dikembalikan kepada cita-cita para pendiri bangsa mi, menjadikan kegiatan ekonomi menjadi milik semua rakyat. Dengan demikian, kesenjangan ekonomi yang merembet pada kesenjangan sosial dan penyakitpenyakit masyarakat Iainnya dapat dikurangi (Nuhung, 2002).

80.Citra koperasi di masyarakat saat ini identik dengan badan usaha marginal,yang hanya bisa hidup bila mendapat bantuan dari pemerintah. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena banyak koperasi yang bisa menjalankan usahanya tanpa bantuan pemerintah. Tantangan koperasi ke depan sebagai badan usaha adalah harus mampu bersaing secara sehat sesuai etika dan norma bisnis yang berlaku .

81.Pendapat mengenai keberadaan unit usaha koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia, adalah: Pertama adalah yang mengutarakan perlunya mengkaji ulang apakah koperasi masih perlu dipertahankan keberadaannya dalam kegiatan ekonomi. Kedua, adalah pendapat yang memandang bahwa unit usaha koperasi dipandang perlu untuk dipertahankan sekadar untuk tidak dianggap menyeleweng dari UUD 1945. Ketiga, adalah pendapat yang menganggap bahwa koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat yang harus dikembangkan menjadi unit usaha yang kukuh dalam rangka proses demokratisasi ekonomi.
82.Tantangan bagi dunia usaha, terutama pengembangan Usaha Kecil Menengah , mencakup aspek yang luas, antara lain : peningkatan kualitas SDM dalam hal kemampuan manajemen, organisasi dan teknologi, kompetensi kewirausahaan, akses yang lebih luas terhadap permodalan, informasi pasar yang transparan, faktor input produksi lainnya, dan iklim usaha yang sehat yang mendukung inovasi, kewirausahaan dan praktek bisnis serta persaingan yang sehat (Haeruman, 2000).


83.Menurut Undang-undang No. 25/1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-perorangan atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan (Sitio dan Tamba, 2001).
84.Elemen yang terkandung dalam koperasi menurut International Labour Organization (Sitio dan Tamba, 2001) adalah:
a. perkumpulan orang-orang,
b. penggabungan orang-orang tersebut berdasarkan kesukarelaan,
c. terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai,
d. koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis,
e. terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan,
f. anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.


85.Prinsip-prinsip atau sendi-sendi dasar Koperasi menurut UU No. 12 tahun 1967, adalah sebagai berikut:
a.Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warg negara Indonesia
b.Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi
c.Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
d.Adanya pembatasan bunga atas modal
e.Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masya rakat pada umumnya
f.Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
g.Swadaya, swakarta, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri
86.Menurut UU No. 25 Tahun 1992, prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut:
Prinsip-prinsip koperasi adalah:
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya
jasa usaha masing-masing anggota.
d. Pemberian balas jasa tidak terkait dengan besarnya setoran modal.
e. Kemandirian
f. Pendidikan koperasi
g. Kerja sama antar koperasi



87.Masalah mutu sumberdaya manusia pada berbagai perangkat organisiasi koperasi menjadi masalah yang menonjol dan mendapat sorotan. Subyakto (1996) mempunyai pandangan bahwa, kendala yang sangat mendasar dalam pemberdayaan koperasi dan usaha kecil adalah masalah sumberdaya manusia. Juga Pengurus dan karyawan secara bersama-sama -ataupun saling menggantikan- menjadi pelaku organisasi yang aktif, dan menjadi front line staff dalam melayani anggota koperasi. Keadaan saling menggantikan seperti itu, banyak terjadi dalam praktik manajemen koperasi di Indonesia.  Hal lain adalah Kinerja front line staff yang kurang memadai memiliki dampak terhadap kepuasan pihak-pihak yang memiliki kaitan dengan pengembangan koperasi.
88.Koperasi merupakan lembaga yang harus dikelola sebagaimana layaknya lembaga bisnis. Di dalam sebuah lembaga bisnis diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif dan efisien yang dikenal dengan manajemen. Demikian juga dalam badan usaha koperasi, manajemen merupakan satu hak yang harus ada demi terwujudnya tujuan yang diharapkan.
89Prof. Ewell Paul Roy mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 (empat) unsur yaitu: anggota, pengurus, manajer, dan karyawan. Seorang manajer harus bisa menciptakan kondisi yang mendorong para karyawan agar mempertahankan produktivitas yang tinggi. Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan (Hendrojogi, 1997).
90.Menurut Suharsono Sagir, sistem manajemen di lembaga koperasi harus mengarah kepada manajemen partisipatif yang di dalamnya terdapat kebersamaan, keterbukaan, sehingga setiap anggota koperasi baik yang turut dalam pengelolaan (kepengurusan usaha) ataupun yang di luar kepengurusan (angota biasa), memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam organisasi koperasi (Anoraga dan Widiyanti, 1992).
91.A.H. Gophar mengatakan bahwa manajemen koperasi pada dasarnya dapat ditelaah dan tiga sudut pandang, yaitu organisasi, proses, dan gaya (Hendar dan Kusnadi, 1999).
92.Dari sudut pandang organisasi, manajemen koperasi pada prinsipnya terbentuk dan tiga unsur: anggota, pengurus, dan karyawan. Dapat dibedakan struktur atau alat perlengkapan onganisasi yang sepintas adalah sama yaitu: Rapat Anggota, Pengurus,dan Pengawas. Untuk itu, hendaknya dibedakan antara fungsi organisasi dengan fungsi manajemen.
93.Unsur Pengawas seperti yang terdapat pada alat perlengkapan organisasi koperasi, pada hakekatnya adalah merupakan perpanjangan tangan dan anggota, untuk mendampingi Pengurus dalam melakukan fungsi kontrol sehari-hari terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi.
94. Keberhasilan koperasi tergantung pada kerjasama ketiga unsur organisasi tersebut dalam mengembangkan organisasi dan usaha koperasi,



95.Sudut pandang proses, manajemen koperasi lebih mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan. Istilah satu orang satu suara (one man one vote) sudah mendarah daging dalam organisasi koperasi. Karena itu, manajemen koperasi ini sering dipandang kurang efisien, kurang efektif, dan sangat mahal.
96.Ditinjau dan sudut pandang gaya manajemen (management style),manajemen koperasi menganut gaya partisipatif (participation management), di manaposisi anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalammengendalikan manajemen perusahaannya.
97.Telah diuraikan sebelumnya bahwa, watak manajemen koperasi ialah gaya manajemen partisipatif. Pola umum manalemen koperasi yang partisipatif tersebut menggambarkan adanya interaksi antar unsur manajemen koperasi. Terdapat pembagian tugas (job description) pada masing-masing unsur. Demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup keputusan (decision area) yang berbeda, kendatipun masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (shared decision areas) .
98.Adapun lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi adalah sebagai berikut (Sitio dan Tamba, 2001):
a.Rapat Anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi dalam menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. Kebijakan yang sifatnya sangat strategis dirumuskan dan ditetapkan pada forum Rapat Anggota. Umumnya, Rapat Anggota diselenggarakan sekali setahun.
b.Pengurus dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. Dengan demikian,Pengurus dapat dikatakart sebagai pemegang kuasa Rapat Anggota dalam mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan strategis yang ditetapkan Rapat Anggota. Penguruslah yang mewujudkan arah kebijakan strategis yang menyangkut organisasi maupun usaha.
c.Pengawas mewakili anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang dilaksanakan oleh Pengurus. Pengawas dipilth dan diberhentikan oleh Rapat Anggota. OIeh sebab itu, dalam struktur organisasi koperasi, posisi Pengawas dan Pengurus adalah sama.
d.Pengelola adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus, untuk melaksanakan teknis operasional di bidang usaha. Hubungan Pengelola usaha (managing director) dengan pengurus koperasi adalah hubungan kerja atas dasar perikatan dalam bentuk perjanjian atau kontrak kerja.
99.Secara definitif seorang wirausaha termasuk wirausaha koperasi adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses (Meredith, et al, 1984).
100.Para wirausaha koperasi adalah orang yang mempunyai sikap mental positif yang berorientasi pada tindakan dan mempunyai motivasi tinggi dalam mengambil risiko pada saat mengejar tujuannya. Tetapi mereka juga orang-orang yang cermat dan penuh perhitungan dalam mengambil keputusan tentang sesuatu yang hendak dikerjakan, Setiap mengambil keputusan tidak didasarkan pada metode coba-coba, melainkan dipelajari setiap peluang bisnis dengan mengumpulkan informasi-informasi yang berharga bagi keputusan yang hendak dibuat.
101.Selanjutnya menurut Meredith (1984) para wirausaha (termasuk wirausaha koperasi) mempunyai ciri dan watak yang berlainan dengan individu kebanyakan.Ciri-ciri dan watak tersebut dijelaskan sebagai berikut:
a. Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri.
b. Berorientasi pada tugas dan basil yang didorong oleh kehutuhan untuk herprestasi, berorientasi pada keuntungan, mempunyai ketekunan dan ketabahan, mempunyni tekad kerja keras, dan mempunyai energi inisiatif.
c.Mempunyai kemampuan dalam mengambil risiko dan mengambil keputusankeputusan secara cepat dan cermat.
d. Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergaul dan suka menanggapi saransaran dan kritik.
e. Berjiwa inovatif, kreatif dan tekun.
f. Berorientasi ke masa depan.
102.Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama (Hendar dan Kusnadi, 1999).
103Kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif. Ini 104.Tugas utama wirausaha koperasi adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama (Drucker, 1988).
105Bertindak inovatif tidak hanya dilakukan pada saat memulai usaha tetapi juga pada saat usaha itu berjalan, bahkan pada saat usaha koperasi berada dalam kemunduran. Pada saat memulai usaha agar koperasi dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan. Kemudian pada saat usaha koperasi berjalan, agar koperasi paling tidak dapat mempertahankan eksistensi usaha koperasi yang sudah berjalan dengan lancar.
106.Perihal yang lehih penting adalah tindakan inovatif pada saat usaha koperasi berada dalam kemunduran (stagnasi).
107Wirausaha koperasi harus mempunyai keberanian mengambil risiko. Karena dunia penuh dengan ketidakpastian, sehingga hal-hal yang diharapkan kadang-kadang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu dalam menghadapi situasi semacam itu diperlukan seorang wirausaha yang mempunyai kemampuan mengambil risiko. Tentu saja pengambilan risiko ini dilakukan dengan perhitungan-perhitungan yang cermat.
108Pada koperasi risiko-risiko yang ditimbulkan oleh ketidakpastian sedikit terkurangi oleh orientasi usahanya yang lebih banyak di pasar internal. Pasar internal memungkinkan setiap usaha menjadi beban koperasi dan anggotanya karena koperasi adalah milik anggota.
109.Oleh karena itu secara nalar tidak mungkin anggota merugikan koperasinya. Kalaupun terjadi kerugian dalam kegiatan operasional, maka risiko tersebut akan ditanggung bersama-sama, sehingga risiko per anggota menjadi relatif kecil. Tetapi bila orientasi usaha koperasi lebih banyak ke pasar eksternal seperti KUD, maka risiko yang ditimbulkan oleh ketidakpastian akan mempunyai bobot yang sama dengan risiko yang dihadapi oleh pesaingnya.
110Dalam kondisi ini tugas wirausaha koperasi lebih berat dibanding dengan wirausaha koperasi yang lebih banyak orilentasinya di pasar internal.
111Kegiatan wirausaha koperasi harus berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, yaitu anggota sebagai pemilik dan, sekaligus sebagai pelanggan.
112.Wirausaha koperasi bertugas meningkatkan pelayanan dengan jalan menyediakan berbagai kebutuhan anggotanya.

113.Tujuan utama setiap wirausaha koperasi adalah memenuhi kebutuhan nyata anggota koperasi dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Tugas seorang wirausaha koperasi sebenamya cukup berat karena banyak pihak yang berkepentingan di lingkungan koperasi, seperti anggota, perusahaan koperasi, karyawan, masyarakat di sekitarnya, dan lain-lain.
114.Seorang wirausaha koperasi terkadang dihadapkan pada masalah konflik kepentingan di antara masing-masing pihak. Bila ia lebih mementingkan usaha koperasi, otomatis ia harus berorientasi di pasar eksternal dan hal ini berarti mengurangi nilai pelayanan terhadap anggota.
115Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer, birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi. Keempat jenis wirausaha koperasi ini tentunya mempunyai kebebasan bertindak dan insentif yang berbeda-beda yang selanjutnya menentukan tingkat efektivitas yang berbeda-beda pula.

116.Istilah kewirausahaan sudah lama menjadi wacana di Indonesia baik pada tingkat formal di perguruan tinggi dan pemerintahan ataupun pada tingkat nonformal pada kehidupan ekonomi di masyarakat. Dilihat dari terminilogi, dulu dikenal adanya istilah wiraswasta dan kewirausahaan. Sekarang tampknya sudah ada semacam konvensi sehingga istilah tersebut menjadi wirausaha (entrepreneur) dan kewirausahaan (entrepreneurship).
117Dahulu orang beranggapan bahwa kewirausahaan adalah bakat bawaan sejak lahir (entrepreneurship are born nat made) dan hanya diperoleh dari hasil praktek ditingkat lapangan dan tidak dapat dipelajari dan diajari, tetapi sekarang kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan.
118.Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai,kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya (Suryana, 2001).
119.Dalam konteks bisnis, menurut Zimmerer (1996) dalam Suryana (2001), kewirausahaan adalah hasil
120Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenal dengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an dibeberapa Negara seperti di Eropa, Amerika, dan Canada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan entrepreneurship atau small business management.
121Pada tahun 1980-an,hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan disegala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
122.Dalam bidang pemerintahan seperti dikemukakan oleh Osborne dan Gaebler (1992), pemerintahan saat ini dituntut untuk memberi corak kewirausahaan (entrepreunerial governmemt). Dengan memiliki jiwa/corak kewirausahaan, maka birokrasi dan anstitusi akan memiliki motivasi, optimism, dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebil efisien, efektif,fleksible dan adaptif.
123Tedapat banyak definisi kewirausahaan yang pada intinya relatif sama seperti dikemukakan oleh Drucker (1994), Zimemerer (1996) Suryana (2001), Longenecker dkk (2001),Syis dalam Wijandi (1988), Say (1800) dalam Osborne & Gaebler (1992), Sumahawijaya (1980) dalam Wijandi (1988) dan Siagian.
124Seorang dikatakan sebagai wirausahawan apabila memiliki segenap ciri-ciri wirausaha tangguh , dan wirausahawan unggul. Sedangkan dilihat dari jenisnya terbagi kedalam tiga kelompok yaitu Administrative Entrepreuner, Innovative Entrepreuner, dan Catalist Entrepreuner.
125Pemicu kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal serta faktor lainnya seperti penyebab keberhasilan, kegagalan, dan kerugian berwirausaha. Model proses kewirausahaan terdiri atas fese awal (perintisan) dan fese pertumbuhan .

6.1.KAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

126Kegiatan wirausaha tidak dapat dilepaskan dari unsur individu wirausahawan itu sendiri. Maju mundurnya usaha wirausahawan akan sangat ditentukan oleh inisiatif, gagsan dan inovasi, karya dan kreatifitas serta berfikir positif.
127.Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausahawan menggunakan gagasan terhadap produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk mengendalikan perubahan.
128.Inovasi ala Schumpeter terdiri dari dua sisi pengertian yaitu, technical world and business world. Dari sisi teknis, perubahan teknologi disebut invensi namun manakala bisnis terlibat didalamnya maka upaya itu disebu inovasi.
129.Drucker (1998) berpandangan bahwa inovasi sesungguhnya bersumber pada suatu yang eksis di perusahaan, dan diluar perusahaan. Ducker(1998) dalam Kadjatmiko & gama (2001) menyatakan bahwa inovasi yang efektiv adalah sederhana, focus, menerima apa ang dikatakan orang, spesifik, jelas, dimulai dari tang kecil dan design aplikasi yang hati-hati.
130.Ciri utama wirausahawan (Drucker, 1983) diperkuat oleh  purnomo (1999), adalah mereka yang selalu mencari perubahan , berusaha mengikuti dan menyesuaikan pada perubahan itu, serta manfaatkannya sebagai peluang serta mampu memilih dan mengambil keputusan alternative yang paling tinggiproduktivitasnya.
131.Terdapat Sembilan ciri pokok keberhasilan, dan bukan ciriciri pribadi (personal traits)
1. dorongan prestasi yang tinggi,
2. bekerja keras, tidak tinggal diam,
3. memperhatikan kualitas produknya, baik barang maupun jasa,
4. bertanggung jawab penuh,
5. berorientasi pada imbalan yang wajar,
6. optimis,
7. berorientasi pada hasil karya yang baik (excellence oriented),
8. mampu mengorganisasikan, dan
9. berorientasi pada uang

132.Wirausahawan yang berhasil juga merupakan pemimpin yang berhasil. Dikatakan sebagai pemimpin karena mereka harus mencari peluang-peluang, melalui proyek-proyek,mengumpulkan sumber daya (bahan, teknologi, manusia dan modal) yang diperlukan untuk melaksanakan proyek, menentukan tujuan, baik untuk mereka sendirimaupun untuk orang lain,dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan.
133.Mundurnya usaha wirausahawan akan sangat ditentukan oleh inisiatif, gagsan dan inovasi, karya dan kreatifitas serta berfikir positif.

134Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mancari cara-cara yang lebih baik. Pemimpin yang berhasil adalah jika dalam kegiatan percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan,efesien yang meningkat, dan keberhasilan yang berkesinambungan dari bisnis perusahaannya.
135.Kadarsan (2001), menyatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok sehingga memiliki empat aplikasi tentang kepemimpinan.

136.Bedasarkan unsur-unsurnya kepemimpinan terbagi ke dalam lima yaitu, leader,pengikut, organisasi, objective dan lingkungan.

137Seorang pemimpin dalam melakukan kepemimpinannya dapat menggunakan bentuk bentuk kekuasaan yang dirasakan (perceived power), seperti Memaksa (Coercive), Imbalan (Reward), Sah (Legitimate), Ahli (Expert), Dan Referensi (Referent). Begitu pula dalam melakukan kegiatan seorang pemimpin dipengaruhi oleh lingkungan baik internal maupun eksternal perusahaan.

138.Menurut Marshall (1996), kepemimpinan yang tepat pada saat ini adalah kepemimpinan kolaborasi, dimana seorang pemimpin memiliki fungsi uama sebagai sponsor, sebagai fasilisator, sebagai pelatih, sebagai papan gema, sebagai agen katalis, sebagai dokter, sebagai anggota, serta sebagai manajer administrator.
.

6.2.Indentifikasi Peluang Bisnis dalam kewirausahaan

139.Seorang wirausahawan dapat menambahkan nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi.Keberhasilan wirausahawan dicapai apabila wirausahawan menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggeli perubahan. Oleh sebab itu, inivasi merupakan instrument penting untuk memberdayakan sumber-sumber yang ada agar menghasilkan suatu yang baru dan menciptakan nilai. Wirausahawan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide=idenya dan pada akhirnya menjadi pengendali .

140.Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa baru. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya (produk dan jasa baru).
141.Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mancari cara-cara yang lebih baik. Pemimpin yang berhasil adalah jika dalam kegiatan percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan,efesien yang meningkat, dan keberhasilan yang berkesinambungan dari bisnis perusahaannya.
142Banyak wirausahawan yang berhasil bukan berdasarkan ide sendiri tetapi berdasarkan hasil pengamatan dan penerapan ide-ide lain. Agar ide-ide yang potensial menjadi peluang bisnis real, maka wirausahawan harus mencari dan mengindentifikasi sumber-sumber potensial peluang bisnis tersebut .
143Kegiatan mengindentifikasi merupakan upaya awal dari wirausahawan untuk dapat masuk ke pasar. Dengan kegiatan indentifikasi ini, wirausahawan akan dapat mengetahui tingkat persaingan, strategi industri, tujuan pesaing, menilai kekuatan dan kelemahan pesaing , dan mengestimasi pola persaingan. Untuk dapat menganalisis peluang usaha, wirausahawan harus mengetahui beberapa alat analisis seperti SWOT, Matrik Profil Kompetitif, dan Matrik BCG.
144.Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha, yaitu merintis usaha baru (starting) , membeli perusahaan orang lain (buying), dan kerja sama manajemen (franchingsing).
145.Kekuatan usaha kecil mempunyai beberapa kelebihan, yaitu memiliki kebebasan untuk bertindak, fleksible, dan tidak mudah goncang, sedangkan beberapa kelemahannya, yaitu dalam bentuk kelemahan structural dan fokus (focus).
146.Fokus utama dalam mengembangkan kewirausahaan ini harusnya ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantage) melalui pengembangan kemampuan khusus (kewirausahaan) sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengendalikan strategi kekuatan pasar melalui monopoli dan fasilitas pemerintah.


147Suatu usaha yang telah dipilih oleh wirausahawan tidak serta merta akan memberikan jaminan bahwa usaha yang dipilihnya tersebut akan mendatangkan keuntungan jika usaha tersebut tidak dikelola secara professional. Pengelolaan usaha yang baik dapat anda lakukan dangan mengacu pada manajemen bisnis, langkah ini merupakan salah satu jalan menuju keberhasilan usaha.

148.Dalam manajemen bisnis, aspek-aspek yang melalui perubahan cara-cara/metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya (produk dan jasa baru).
149.Pembuatan keputusan merupakan fungsi utama seorang manajer begitu pula bagi seorang wirausahawan. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi mengindentifikasian masalah, pencarian alternative keputusan yang baik. Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahapan kegiatan manajemen baik pada saat proses pembuatan perencanaan, pada tahap implementasi atau operasionalisasi kegiatan maupun pada tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian (evaluasi) terhadap hasil pelaksanaan dari rencana agar hasil yang diperoleh sesuai dengan target baik dalam jumlah, mutu, biaya serta penggunaan sumber lainnya secara efektif dan efesien.

150.Di dalam kegiatan usahanya, wirausahawan akan dihadapkan pada berbagau resiko yang akan mempengaruhi kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, wirausahawan dituntut untuk memiliki kemempuan dalam menghadapinya. Kemampuan tersebut meliputi pemahaman tentang jenis resiko, cara menyikapi resiko, dan metode pengambilan resiko.

6.5.Etika Bisnis, Tantangan serta Permasalahan dalam Kewirausahaan

151.Wirausahawan sebagai pelaku bisnis dalam interaksinya dengan mitra-mitra usaha akan dihadapkan pada kondisi yang menguntungkan maupun yang merugikan.Wirausahawan akan berada pada lingkungan yang beragam, bil;a dilihat dari aspek dunia usahanya, status sosialnya, maupun dari aspek norma yang dianutnya.

152Wirausahawan yang berhasil salah satu cirinya dapat dilihat dari segi kemampuan bergaul dalam kehidupan bisnisnya. Oleh karena itu aspek pergaulan memegang peranan penting, maka bagi seorang wirausahawan disamping memiliki kemampuan meminpin dan berbisnis harus memiliki serta memahami etika bisnis. Disamping dipahaminya etika bisnis, kemampuan mengindentifikasi dan menghadapi permasalahan bisnis pun juga tidak dapat dikesampingkan.

153Rencana usaha tidaklah semata-mata dapat langsung anda putuskan untuk dilakukan karena ada bebagai hal yang perlu dipertimbangkan agar usaha usaha yang akan dilakukan nantinya dapat menguntungkan bukan sebaliknya menyebabkan kerugian. Olek karena itu, rencana usaha harus dikaji secara mendalam melelui studi kelayakan usaha yang hasil dari studi itu tersebut membantu anda apakah rencana usaha layak atau tidak untuk dilaksanakan.
6.7.Tahapan studi kelayakan usaha dan aspek-aspek kelayakan usaha

154.Studi kelayakan usaha bukanlah suatu yang sederhana tetapi merupakan suatu kegiatan yang harus dianggap sebagai proses karena terdiri dari beberapa tahapan. Studi kelayakan juga cukup komplek karena didalamnya terdapat beberapa aspek kelayakan usaha yang harus dikaji untuk menentukan layak atau tidaknya suatu rencana usaha. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil studi kelayakan usaha yang baik, maka kegiatan studi kelayakan usaha haruslah dilakukan secara sistematis sesuai dengan tahapan-tahapannya serta memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhi usaha tersebut.

6.8. Wirausaha dalam Praktek Kehidupan

155Mencari pekerjaan dirasakan sulit di zaman ini. Jumlah angkatan kerja tidak sesuai dengan ketersediaan formasi pekerjaan. Angka pengangguran meningkat setiap tahun. Data tentang pengangguran terbuka dari tahun 1996 ke 2000 meningkat, yaitu sebesar 4,228,115 orang (4,9%) tahun 1996 menjadi 5,965,795 orang (6,1%) pada tahun 2000.
156Usaha sektor non formal menjadi pilihan mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Ironinya, kesempatan mendirikian usaha kecil tidak menarik bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan perguruan tinggi..
157.Idealnya lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan melakukan analitis, yaitu merubah persoalan yang rumit menjadi sederhana. Kemampuan analitis dapat digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan resiko dan peluang
158.Sayangnya para lulusan sekolah tersebut kebanyakan lebih menonjolkan aspek munculnya dampak negatif daripada peluang bisnis itu sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian untuk memulai usaha.

159.Hal lain yang menyebabkan mereka tidak memulai menjadi wirausaha adalah  aspek permodalan . Modal dianggap segala-galanya. Perhitungan investasi, operasional, dan tingkat pengembalian modal menjadi begitu rumit dan menakutkan. Sehingga mereka lebih memilih sebagai sosok pencari kerja daripada membuka usaha dan lapangan kerja.
160Bila diperhatikan sebenarnya Modal usaha penting tetapi bukan dijadikan alasan untuk tidak memulai usaha. Modal merupakan sumberdaya kekayaan perusahaan. Pemodal berarti pemilik modal. Sedangkan Modal tidak selalu dalam wujud uang. Sehingga Pemodal adalah pemilik sumberdaya yang bukan selalu uang.
161.Jadi bagi seseorang yang tak memiliki uang banyak masih terbuka peluang untuk menjadi pemilik usaha “bussines owner”. Pernyataan banyak orang bahwa modal non uang adalah modal dengkul. Dengan bermodalkan dengkul kaki sendiri, seseorang dapat menahan beban dan berjalan serta beraktivitas usaha. Artinya tanpa diawali modal uang sebuah usaha dapat berdiri dan berjalan serta tumbuh dan berkembang membawa harapan pemiliknya.
162Kalau seseorang tidak memiliki dengkul sendiri, gunakan dengkul orang lain. Orang lain tidak akan pernah marah sepanjang ada konpensasi yang menarik dan fleksibel. Membangun kemitraan permodalan merupakan kombinasi yang rasional dan menjadi kekuatan lebih besar daripada modal dengan dengkul sendiri.
163Sekalipun demikian,keberanian mengambil resiko adalah syarat utama untuk menjadi pebisnis. Keberanian memulai usaha dengan modal dengkul menandakan kapasitas, kekuatan dan daya saing pebisnis itu sendiri. Semua orang memiliki potensi menjadi pebisnis modal dengkul. Jadi yang menjadi perbedaan menyolok satu orang untuk menjadi wirausahawan dengan yang lain adalah keberanian bertindak.
164Sikap berani bertindak mampu mengeliminir hambatan terbesar merintis bisnis, yaitu permodalan. Hambatan ketidaktersediaan modal hendaknya jangan dijadikan alasan untuk tidak memulai, tetapi sebaiknya memicu lahirnya kreatifitas dan gagasan yang gemilang.

165Setiap gagasan atau ide yang lahir dari rahim seorang tak ber-uang memiliki daya tahan untuk bertahan dan berpotensi tumbuh berkembang. Beranikah anda menjadi wirausahawan dengan  modal dengkul?
166.Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
167. Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
168.Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
169Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar.
170Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan.


171.Dalam pengembangan kewirausahaan  sangat diperlukan ketrampilan dan keuletan.Seseorang tidak akan berhasil merebut kesempatan bila hanya bermodal ketrampilan tanpa dilandasi keuletan dan sebaliknya orang yang hanya bermodal keuletan  tanpa memiliki ketrampilan maka dalam mencari penghidupan juga akan menemui kesulitan.
171.Ketrampilan dapat diperoleh dari kuliah secara formal atau melelui pemagangan bahkan ada yang secara otodidak. Sedangkan keuletan harus terus diupayakan dan dipertahankan mengingat pada dasarnya manusia ingin hidup dengan seenaknya tanpa ada yang mengatur dan mendapatkan
172.Kalau  kita sadari sebenarnya manusia yang terlahir di dunia sudah melalui proses seleksi dan kompetisi alamiah. Seleksi karena ketika sperma dari ayah yang jumlahnya jutaan setidaknya hanya satu atau dua yang sampai menembus sel telur milik ibu kita dan jelas yang dapat menembusnya adalah yang berkualita baik   .Sedangkan kompetisi terjadi ketika pembuahan berlangsung dapat digambarkan semacam perlombaan yang diikuti oleh sekian ratus juta orang dan kitalah pemenangnya yang pertama kali masuk garis finish dan diberikan hadiah berupa kelahiran.Jadi masing masing manusia sebanarnya sudah terlatih, teruji dan terpilih untuk hidup dan mendapat tugas sebagai kholifah di dunia.Konsekwensinya kita mendapat bekal berupa akal yang harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk beribadah atau mengabdi kepadaNya.
173.Tuhan memberikan kita waktu semua manusia sama duapuluh empat jam sehari kemudian sama diberikan akal. Tetapi seringkali kita menggunakan kesempatan berupa waktu yang longgar tersebut untuk hal hal yang tidak bermanfaat dan tidak kita gunakan untuk mengkaji ,menelaah atau belajar.Benar memang menjelang lahir Tuhan telah menentukan 3 hal yakni ketetapan mengenai usia, jodoh dan rejeki. Namun bukankah Tuhan tidak akan merubah nasib kita kalau kita tidak mau merubahnya. Jadi bagaimanapun antara usaha dan doa harus seimbang.
174.  Permasalahannya adalah ,usaha apa yang dapat kita lakukan untuk mencari penghidupan ?Tentu diperlukan kemampuan didukung jiwa kewirausahaan .Kemampuan sebenarnya ada dalam diri setiap orang yang dibekali Tuhan ketika lahir tinggal bagaimana mendayagunakannya. Jiwa kewirausahaan pada prinsipnya adalah keberanian untuk membuka usaha dengan mencermati peluang di pasar.

175.Itulah perlunya wirausaha yakni agar kesempatan yang diberikan Tuhan dapat dipergunakan sebaik baiknya untuk kebaikan diri kita keluarga dan lingkungan .

176Untuk memulai wirausaha , kita perlu mendayagunakan potensi yang diberikan oleh Tuhan agar kita dapat menciptakan peluang yang menghasilkan uang. Bagaimana caranya? Yakni dengan menggunakan kekuatan kekuatan yang ada diri kita .
177.Kekuatan pertama, yaitu Kekuatan Keyakinan atau The Power of Belief. Mengapa harus dimulai dengan Kekuatan Keyakinan? Keyakinan adalah fondasi untuk melakukan apa saja. Kita baru akan bertindak bila kita merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin maka upaya yang kita lakukan akan dikerjakan dengan setengah hati. Dan kita tahu, apapun yang dilakukan dengan setengah hati, tanpa kesungguhan, maka hasilnya pasti tidak akan pernah maksimal. Seringkali upaya kita, jika diawali dengan perasaan tidak yakin, akan berakhir dengan kegagalan.Yakin pun ada syaratnya, tidak asal yakin. Yakin yang dimaksudkan di sini adalah yakin yang berlandaskan kebijaksanaan dan akal sehat. Tidak asal “yakin” dan “ngotot”dengan prinsip “pokoknya”
178.Yakin ini sebenarnya ada tiga macam. Pertama, yakin yang hanya bermain di level kognisi atau pikiran sadar. Kedua, yakin yang bermain pada level afeksi atau pikiran bawah sadar. Ada lagi yakin yang tipe ketiga yaitu yakin yang “ngaco” alias “ngawur”. Yakin tipe ini adalah yakin yang berlebihan atau overconfident tapi tidak logis.
179.Kekuatan kedua untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan Kekuatan Semangat atau The Power of Enthusiasm. Yang menjadi komponen atau bagian dari Kekuatan Semangat adalah konsistensi, persistensi, kegigihan, atau whatever it takes.Kekuatan Semangat ini yang membuat seseorang akan terus mencoba walaupun telah gagal berkali-kali. Kekuatan Semangat ini yang mendasari peribahasa “Tidak ada yang namanya kegagalan. Yang ada hanyalah hasil yang tidak seperti yang kita inginkan”, “Winners never quit. Quitters never win”, “Tidak penting berapa kali anda jatuh, yang penting adalah berapa kali anda bangkit setelah anda jatuh.”Kekuatan Semangat ini yang menjadi pendorong Thomas Edison untuk terus mencoba walaupun ia telah berkali-kali “belum berhasil” menemukan bahan yang sesuai untuk membuat bola lampu listrik. Kekuatan Semangat ini pula yang mendorong Harland Sanders untuk terus menawarkan resep ayam gorengnya yang istimewa Kentucky Fried Chicken, walaupun ia telah ditolak berkali-kali.
180.Kekuatan ketiga adalah Kekuatan Fokus atau The Power of Focus. Fokus berarti kita hanya melakukan hal-hal yang memang berhubungan dengan target yang ingin kita capai. Pikiran kita
181.Saat Kekuatan Fokus bekerja kita akan sangat memperhatikan hal-hal detil dalam upaya mencapai keberhasilan. Kekuatan Fokus ini yang mendorong kita untuk menghasilkan master piece.
182.Kekuatan keempat adalah Kekuatan Kedamaian Pikiran atau The Power of Peace of Mind. Kekuatan keempat ini sangat penting diperhatikan karena ini merupakan barometer untuk menentukan apakah keyakinan kita terhadap sesuatu itu ekologis atau tidak.Saat kita yakin, semangat, dan fokus melakukan sesuatu maka kita perlu memeriksa apakah kita merasakan ketenangan baik di pikiran maupun di hati. Jika jawabannya “Tidak” maka kita perlu memeriksa ulang keyakinan kita.
183.Bila keyakinan kita logis, didasari dengan pikiran yang benar dan kebijaksanaan, maka saat kita bekerja keras dan giat untuk mencapai impian-impian kita, pikiran dan hati kita akan tetap merasa tenang, damai, dan bahagia. Ini adalah satu aspek penting yang jarang sekali diperhatikan oleh kebanyakan orang.Perasaan tenang, damai, dan bahagia merupakan indikasi bahwa apa yang kita lakukan benar-benar kita yakini akan berhasil. Kita hanya tinggal melakukan kerjanya saja dan sukses sudah pasti akan kita dapatkan. Sukses hanyalah efek samping yang pasti akan terjadi.
184.Kekuatan kelima adalah Kekuatan Kebijaksanaan atau The Power of Wisdom. Kekuatan ini sangat penting karena digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan pada empat langkah pertama.Dengan menggunakan kebijaksanaan kita dapat melakukan evaluasi dengan baik, benar,akurat, dan tanpa melibatkan emosi. Jika hasil yang dicapai belum seperti yang kita inginkan maka dengan menggunakan kebijaksanaan kita dapat mengetahui permasalahannya dan dapat meningkatkan diri kita.Apakah kita sudah benar-benar yakin secara benar ataukah kita sebenarnya tidak yakin tapi memaksa diri yakin karena kita takut?
185.Bila kita menggunakan lima kekuatan yang telah dijelaskan di depan  maka dengan bekal yakin, semangat, fokus, damai, dan bijaksana niscaya kita akan dapat mengembangkan potensi diri secara optimal.


186.dalam kondisi yang terdesak dan tidak diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berfikir "Bagaimana Harus Bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?
187.Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, diluar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.
188.Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti per atau pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya yang lebih besar. Lalu, apa yang harus kita lakukan?
189Cara Pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, adalah dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan mengfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini anda di PHK, apa yang akan anda lakukan?
190 Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara Nyata. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berfikir bagaimana melunasinya. Jika anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin anda mau langsung mencoba keluar kerja atau mengundurkan diri dari perusahaan yang selama ini Anda bekerja kemudian   mulai menjadi wirausahawan .
191Semua itu pilihan anda ,tapi  jangan salahkan siapa-siapa untuk resikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Ternyata ada juga yang menempuh jalan itu ,rasanya cukup konyol, tapi berhasil. Kuncinya: Tetap jaga KREDIBILITAS Anda.


192.Dalam melakukan usaha atau berwirausaha maka  harus ada  keseimbangan agar  rejeki  yang diperolehnya dapat selalu bermanfaat atau berkah. Keseimbangan tersebut adalah meliputi keseimbangan antara usaha dan doa.Kita pernah mendengar rumus ‘3 ong’ yang harus dihindari juga’ 3 er’ yang harus dipenuhi. ‘Tiga Ong’ artinya kita tidak boleh kosong, bohong dan sombong tapi kita harus selalu ‘tiga er’ yakni pinter , bener dan
193.Prinsipnya adalah jangan hanya terpaku pada jumlahnya yang kita peroleh  . Maka jangan pesimis ketika pendapatan kita masih pas-pasan, syukurilah sambil terus berusaha dan berdoa.Sebab belum tentu yang sedikit tidak berarti, malah sebaliknya bisa saja dapat sekaligus banyak namun kemudian tertimpa masalah. Orang jawa bilang ketika berusaha kita “golek jeneng ojo ngoyak jenang”cari nama untuk sebuah kepercayaan jangan mengejar pendapatan yang sebanyak banyaknya tanpa memperhatikan kaidah yang bisa jadi membuat jerat kesesatan.Kesimpulannya adalah yang penting bukan jumlah tapi berkah syukur jumlahnya banyak dan membawa berkah.

194.Seorang motivator handal  bernama Ainy Fauziyah memberikan nasihat bahwa untuk dapat meraih kesuksesan diperlukan kejujuran,komitmen,konsistensi,kegigihan, keyakinan, keikhlasan, fokus serta tindak nyata.Kejujuran diperlukan karena dalam pengembangan usaha perlu adanya kepercayaan dari pelanggan. Dengan adanya ketidak jujuran maka akan membunuh usaha kita sendiri secara perlahan lahan.Komitmen juga diperlukan agar dalam mencapai tujuan tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu pihak lain yang akan membelokkan tujuan awal.Sedangkan konsistensi diperlukan karena bagaimanapun seorang wirausahawan harus dengan terus menerus melakukan upaya untuk peningkatan dan kelangsungan usahanya agar tidak berhenti di tengah jalan.Selanjutnya kegigihan merupakan syarat mutlak usahawan bila ingin berkembang.Kita sadari banyak rintangan yang ada di depan yang harus dihadapi dan diatasi. Untuk mengatasi segala masalah tersebut rumusnya adalah lima huruf yakni gigih.

195.Hal lain yang harus selalu dipegang adalah keyakinan akan keberhasilan. Artinya kita harus optimis akan usaha yang dilakukan akan berhasil maka nikmatilah segala jerih payah untuk menuju puncak kejayaan.Syarat lain yang diperlukan adalah keikhlasan artinya apapun yang kita terima setelah kita berjuang keras, harus kita sadari itulah rejeki kita.


196.Harian Repubika hari jumat 21 Januari 2011 menulis bahwa Don L Gevirts, wirausahawan sukses dari Amerika berpendapat bahwa sosok wirausahawan adalah orang yang bisa melihat peluang  yang tidak dilihat orang lain, tak pernah merasa puas ,bisa mengeksploitasi sekecil apapun perubahan yang ada ,sabar seperti kucing menunggui tikus , berpikir optimis seperti akrobat meniti tambang dan bila perlu cerdik seperti pesulap dalam melepaskan diri dari peti.
197 Wirausahawan juga harus memiliki motivasi untuk berprestasi (need for achievement) yang tinggi. Gejalanya suka akan tantangan , dorongan untuk selalu memperoleh hasil yang terbaik, selalu ingin menjadi pemenang ,mau mengambil tanggung jawab pribadi  atas keputusannya dengan resiko moderat dan lebih tertarik pada hasil konkrit dari keputusannya. Dia juga harus kreatip dan adaptip, yang dilukiskan sebagai orang yang memiliki energi dan imajinasi yang tak pernah kering , selalu ada keinginan untuk menaklukkan dan kegembiraan untuk menciptakan hal-hal yang baru. Ada gairah untuk kebebasan dan membenci pekerjaaan rutin atau pengulangan. Sealalu mau dan mudah untuk menyesuaikan dengan lingkungannya.
198Seorang wirausahawan memang tidak menyukai kesalahan tetapi ia akan tetap menerimanya sepanjang itu memberi pelajaran . Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi yang hampir tidak mungkin diatasi . Wirausahawan juga dituntut untuk dapat secara luwesa berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya . Ia tidak boleh gampang putus asa . Ia yakin pasti ada jalan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
199.Seorang wirausahawan memang tidak menyukai kesalahan tetapi ia akan tetap menerimanya sepanjang itu memberi pelajaran . Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi yang hampir tidak mungkin diatasi . Wirausahawan juga dituntut untuk dapat secara luwesa berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya . Ia tidak boleh gampang putus asa . Ia yakin pasti ada jalan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

200.Sebagaimana diuraikan di depan bahwa langkah nyata dan keberanian untuk memulai usaha adalah sangat penting dalam membuka lapangan usaha dan kewirausahaan. Oleh karena itu himbauan saya adalah agar para mahasiswa dapat :
a.Fahami semua metode teori
b.Jangan segan segan berkomunikasi dengan para dosen dan senior Anda  untuk minta advice maupun pengarahan. Untuk itu jangan lupa minta nomor kontak person para guru atau orang yang dipandang mampu dan mau diajak sharing.
.201.Sebagai seorang pemuda bercita citalah untuk dapat hidup secara mandiri.Hidup secara mandiri artinya kebutuhan hidup kita dapat kita cukupi dari ketrampilan yang kita miliki. Ketrampilan yang kita miliki kita peroleh antara lain  dari pendidikan formal kita yakni kuliah. Oleh karena itu berniatlah  untuk bekerja setelah lepas kuliah. Bekerja tidak hanya dengan menjadi karyawan perusahaan, namun akan lebih mulia bila dapat menciptakan lapangan kerja minimal bagi diri kita sendiri.Orang mengatakan menjadi wirausahawan
202.Bekal yang harus dimiliki dalam memulai kegiatan berwirausaha adalah keberanian untuk melangkah disertai rasa yakin, semangat, fokus, damai, dan bijaksana .Dengan bekal itu niscaya kita akan dapat mengembangkan potensi diri secara optimal.Bila hal tersebut sudah dapat kita lakukan maka kita tidak perlu menggunakan “manajemen of kepepet”yakni mengkondisikan diri kita menjadi terjepit agar dapat timbul kekuatan dari dalam. Artinya untyuk mendapat kekuatan energi dari dalam tidak perlu kita mengkondisikan diri kita menjadi sengsara terlebih dahulu.
203Setelah bekerja ,jangan lupa menabung berapapun yang dapat disihkan untuk saat ini.Milikilah niat untuk membahagiakan orang lain terutama orang tua yang telah membesarkan kita.Kebahagiaan orang tua adalah doa yang sangat manjur bagi kelangsungan kerja maupun usaha kita.Oleh karena itu teruslah bekerja mendapat untung dan menabung.
204.Dari hasil tabungan jangan takut untuk berencana menghajikan ke dua orang tua bila Anda muslim dan melanjutkan studi. Dengan menghajikan orang tua maka keberkahan akan kita peroleh dalam kehidupan kita .Dengan melanjutkan studi sampai tingkat saarjana Insya Alloh kemuliaan akan diperoleh di dunia dan akhirat. Semoga cita cita kita semua untuk ,menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain melalui kegiatan wirausaha dapat terlaksana. Amin














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar