OUT OF THE BOX 1. BATU BATA CANTIK =kaca dan plastik (Klik di sini) 2. PERANGSANG AKAR TANAMAN (klik di sini) 3. ALAT CEGAH JAMBRET DAN PERKOSAAN (klik di sini)

Selasa, 07 Mei 2013

MEDIAKU:UANG TUNJANGAN SERTIFIKASI AKAN TURUN


UANG TUNJANGAN  SERTIFIKASI AKAN TURUN
Pernyataan bahwa uang tunjangan sertifikasi akan turun adalah sebuah angin surga bagi seorang tenaga pendidik khususnya guru. Namun berita itu kadang seperti lelucon Abunawas yang menghibur rakyat Baghdat pada kisah Seribu Satu Malam. Kita pernah mendengar cerita Abunawas Akan Terbang yang ditanggapi serius oleh rakyat Baghdat saat itu karena di jaman tersebut masih belum ada kapal terbang. Yang bisa terbang hanya burung. Mendengar Abunawas akan terbang maka berduyun duyunlah masyarakat ke sebuah lapangan yang sudah ditunjuk oleh Abunawas untuk menyaksikan aksinya. Ternyata hal itu hanyalah permainan kata. Akan terbang berarti tidak terbang sungguhan namun hanya persiapan sebelum terbang. Apakah Abunawas benar-benar terbang? Ya jelas tidak, karena informasi yang disampaikan bahwa Abunawas hanya akan terbang.
Begitupula mendengar tunjangan sertifikasi akan turun ,maka bagi seorang guru yang sudah berkesempatan memperoleh dana tunjangan profesi akan langsung berminat mendegar lebih jauh  berital itu. Seakan dewa penyelamat sudah turun dan sinterkas telah membawa bingkisan yang akan segera dibagikan berupa  tunjangan sertifikasi. Bukan hanya di radio, televisi , koran asalkan ada media masa  yang menyirakan tentang hal itu pasti akan sangat diperhatikanoleh para guru , lebih lebih bila masanya sudah seharusnya keluar.
Ketika yang dinantikan tidak kunjung turun maka di Kolom Piye Jal pada koran Nasiona Suara Merdeka ini akan banyak dihujani dengan pertanyaan itu ada yang menanyakan kapan turun, mengapa tidak turun-turun, tahun lalu hanya diberikan sebelas bulan tahun ini hanya sepuluh bulan lalu kemana sisanya dan sebagainya. Malah dalam kolom tersebut ada pula yang menanggapi mengapa para guru selalu mengejar haknya yakni tunjangan sertifikasi , urusi murid murid dulu  agar tidak tawuran. Demikian SMS yang muncul di Kolom Piye Jal.
Bila guru sangat mengharap turunnya tunjangan  sertifikasi  adalah hal yang wajar dan manusiawi karena uang itu sangat membantu dalam menopang ekonomi keluarga para guru. Para guru sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Pemerintah yang telah memberikan tunjangan itu. Kita merasa iba ketika mendengar lagunya Iwan Fals yang menggambarkan sosok guru sebagai Umar Bakri yang naik sepeda kumbang . Juga bangga akan komitmen serta kepedulian guru dalam menjalankan profesinya sehingga mendapat julukan sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
Dengan terbitnya Undang-undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ,maka mulailah babak baru bagi perbaikan finansial seorang pendidik/guru. Melalui undang- undang tersebut para guru dan dosen yang memenuhi syarat dapat menerima tunjangan yang besarnya satu kali gaji pokok. Selain ekonomi para guru berangsur- angsur menjadi baik, gengsinya juga meningkat dan bagi guru yang masih bujang relatip makin mudah mencari pasangan hidup sesuai harapan. Tentu hal ini merupalan sesuatu yang tidak diduga sebelumnya sekalipun tetap diharapkan.
Sekarang guru yang memperoleh tunjangan profesi sangat jarang yang naik sepeda kumbang ketika berangkat ke tempat mengajar. Bahkan tidak sedikit yang berani mengambil kredit untuk membeli mobil minimal sepeda motor. Ada juga yang kemudian tidak diambil selama beberapa tahun untuk pergi umroh maupun mendaftar haji bersama istri / suami.
Mendapat tunjangan sertifikasi digunakan untuk hal demikian tentu saja masih terbilang bagus karena dapat mengangkat harkat /gengsi guru . Jangan sampai tunjangan profesi digunakan namun keperluan yang sangat tidak bermanfaat  misalkan untuk foya foya seakan balas dendam dengan keadaan yang sebelumnya yakni selalu dalam kesulitan.
Akan sangat bagus bila ketika tunjangan sertifikasi turun kemudian digunakan untuk melengkapi sarana kerja seperti membeli lap top, LCD maupun perengkat/media pembelajaran dan buku referensi sebagai acuan mengajar.
 Masyarakat kadang hanya melihat besaran uang yang diterima guru sehingga dengan adanya tunjangan sertifikasi menjadikan profesi ini menjadi salah satu idola masyarakat. Di samping itu konsekwensi sebagai pendidik harus mencupi banyak hal yang merupakan tugas administratip seperti membuat Program Tahunan, Program  Semester, Silabus, RPP, Evaluasi /Penilaian, Penilaian Kepribadian Anak, Evaluasi Nilai, Analisa Soal, Perbaikan/ remedi, Penelitian Tjndakan Kelas, penyusunan Karya Ilmiah dan sebagainya juga tugas sampiran yang juga memerlukan dukungan administrasi misalkan sebagai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Wali Kelas, Ketua Jurusan dan sebagainya. Di luar itu ada juga bentuk evaluasi yang mengarah pada kinerja seperti Ujian Kompetensi Guru (UKG), Penilaian Kompetensi Guru, Evaluasi Diri Guru yang Bersertifikasi dan sebagainya. Intinya bila semua itu dilakukan maka guru tidak sempat istirahat.
Maka ketika ada dana sertifikasi tutun dapat dikatakan sebagai pelipur lara dan penghapus dahaga ketika berjalan ditengah padang pasir yang penuh aral. Sudah sewajarnyalah bila dana itu ditunggu dan  setelah turun dinikmati bersama keluarga. Maka bila ada berita bahwa tunjangan sertifikasi akan turun para pendidik sudah berdebar-debar hatinya semoga yang memberi berita itu bukan Abu Nawas.

PENGIRIM :
HERO SULTONI COMARA
Guru SMK N 4 Brangsong Kendal
081325134341



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar